Thursday, 28 February 2013

aku Keluarkan Janinku Atas Ijin Alloh


- Laksmi Andhiyani Hendriyanto -  19 Februari 2013...
     Saya mengandung anak pertama yang telah lama kami nanti selama 2,5 tahun, bagi kami waktu selama itu adalah cara Alloh membantu kami mempersiapkan semua sebelum kedatangan sang buah hati. Hanya ada rasa syukur atas apa yang telah kami lewati selama ini. Semangat dan berusaha selalu mewarnai hari-hari kami, sampai tiba saat yang tidak diduga-duga akhirnya saya mengandung.
     Tetapi Alloh berkehandak lain, saya itu saya hanya diberi kesempatan untuk merasakan mengandung selama 3 bulan, 14 hari sebelum 19 Februari 2013, beberapa kali saya mengalami bercak, kadang berwarna kecoklatan dan kadang berwarna merah, dan bercak tersebut makin sering keluar saat 7 hari sebelum kejadian keguguran ini dimana saat itu saya sudah berada di RS. Simpel dan seperti kejadian yang sudah-sudah dokter hanya mengatakan "kalau masih sering ngeflek kita keluarkan saja ya". Saat itu saya tidak berfikir macam2, selama dirumah sakit bercak itu semakin banyak, dan setiap hari keluar, tapi saya masih dalam keadaan tenang. Sampai pada puncaknya gumpalan2 darah mulai keluar, lagi-lagi saya dan suami masih dalam keadaan tenang, walaupun kami tahu ada yang tidak beres dengan kandungan saya. Saya dan suami saat itu terkendala dengan jarak domisili dengan fasilitas kesehatan yang memadahi. 
     Sampai akhirnya saya menginginkan pulang, tanpa bertemu dengan dokter dan tidak mau dokter melakukan tindakan lebih jauh. Sebenernya saat itusaya dan suami hanya meyakinin bahwa "Alloh yang memasukkan janin ini maka Alloh yang akan mengeluarkan janin ini" jika harus ada campur tangan manusia itu nanti, bukan sekarang.
    Akhirnya kami pulang di tanggal 18 Februari 2013 pagi, satu hari kami lewati di rumah dengan suasana berbeda, bagaimanapun di rumah itu memang lebih menyenangkan. Tepat pukul 23.30 rasa sakit begitu terasa, saat itu lagi-lagi saya dan suami dalam keadaan tenang, sampai  akhirnya saya merasakan akan ada yang keluar dari rahim saya, hanya saya tidak tahu itu apa, saya rasakan sakit sambil berzikir, dan disela-sela zikir tersebut saya katakan " Ya Alloh sakit ini adalah bukti imanku padaMu dan suamiku adalah imamku seorang" kalimat dan zikir itu terus saya ucapkan, dan suami melihat proses keluarnya janin serta memastikan tidak ada satu yang hilang atau jatuh, sampai akhirnya " brollll...." Keluar semua dan entah bagaimana saya merasa bahwa semua sudah keluar. Saya tidak memiliki feeling apapun, ketika " sesuatu" itu keluar saya hanya merasakan lelah, capek, sementara suami berkata lain, dia sedikit meyakinin bahwa yang keluar adalah janin. Proses itu begitu cepat jam 23.30 tanggal 18 februari 2013 sampai 01.00 tanggal 19 Februri saya mengeluarkan seluruh ciptaan Alloh SWT yang telah berwujud tetapi belum sempurn dan masih segumpal darah tersebut. Setelah proses itu usai saya bangunkan ibu saya yang baru datang dari jawa pukul 22.30 Wita, beliau bertanya-tanya apa yang keluar, karena dari kami bertiga belum pernah melihat janin di usia 3 bulan.
     19 Februari 2013 malam kami ke dokter yang sedikit lebih jauh dari domisili bersama ibu dan adik ipar saya yang bekerja 1 kota dengan kami. Sesampainya kami hanya berharap kalaupun itu janin semoga atas ijin Alloh SWT tidak perlu ada proses kuret. Alhamdullilah dokter menyatakan abortus komplit, seluruhnya sudah keluar mulai dari janin, plasenta, tali pusar dan tidak perlu di kuret. Sedih tapi masih ada kemudahan saya tidak perlu merasakan sakit lagi. Dokter memberikan saya beberapa obat yang efeknya justru lebih sakit dari pada saat saya melalui proses keguguran itu sendiri. 
     Saya keguguran melalui proses persalinan,tanpa bius, tanpa infus, tanpa dokter, tanpa alat kuret, tanpa suster dll. Hanya ada Alloh SWT, suami dan saya. Sedih menyelimuti saya beberapa hari, tapi saya merasa " indah " dengan jalannya, Alhamdullilah dengan kekuatannya saya dan suami dapat melewati ini, tidak ada penyesalan, tidak ada keputusasaan, tidak ada keterpurukan yang ada hanyalah rasa syukur atas apa yang terjadi. Dikala banyak wanita hamil harus dikuret atau beberapa  percaya bahwa sang janin masih sehat tetapi dokter mengharuskannya kuret, sampai akhirnya pulang dan mempertahankan janinya dan berakhir dengan bahagia. Sayapun memiliki cerita indah dimana bertahan dengan kehendak Alloh SWT, saya keluarkan janin kami atas ijin Alloh SWT dan suami menyaksikan serta memastikan janin kami tetap berada ditempatnya saat keluar, bagai saya itu cerita indah di kehidupan saya.
     Janin kami, kami beri nama Fatih (nama universal yang dapat digunakan untuk laki atau
perempuan) karena kami belum tahu jenis kelaminnya dan nama tersebut diberikan untuk  memudahkan kami dalam mendoakannya. Arti nama itu sendiri adalah PEMBUKA, pembuka bagi saya yang baru pertama kali mengandung selama 2,5 tahun perkawinan, pembuka bagi adik-adiknya kelak yang Insya Alloh akan Alloh SWT berikan pada kami. Amin Amin Amin
   

Tuesday, 26 February 2013

Waktu Panjang untuk Kesempatan Luas

Lama tak menulis....
Kejadian dan berkah dari Sang Maha Besar begitu tak dapat terurai dengan untaian kata yang terangkai menjadi kalimat. Kesedihan, kedukaan, kegembiraan, kepenatan, semangat, putus asa, kesakitan, kesehatan bercampur menjadi satu menjadi 1 jawaban adalah Syukur.
Sakitku adalah syukur.....
Kesedihanku adalah syukur....
Kedukaanku adalah syukur....
Kepenatan, keputusasaan, dan semua yang memiris hati di dunia adalah syukur bagiku. Ikhlas menjalani di dunia sebagai bukti imanku pada Sang Abadi, adalah sesuatu yang "sakit" menjadi "indah" untuk dijalani. 
Sakit fisiku di dunia adalah kesehatanku di kehidupan kelak, kesedihanku adalah kebahagianku kelak di akhirat, dan kebahagiaanku di dunia adalah cara Alloh mengajarkan, bahwa semua di dunia ini adalah semu.
Kebahagianku, kesenanganku adalah cara Alloh mengajarkanku untuk tetap sadar bahwa semua ini bukan milikku, tidak akan ku bawa di alam kuburku, membuatku untuk tetap membuka mata bahwa jauh dibawah sana masih banyak orang - orang yang menunggu rizki Alloh lewat diriku. 
Jadi waktuku panjang untuk kesempatan luas, kesempatan bukan untukku seorang, tapi untuk sesamaku, masih banyak waktu untuk mencari pahala, dari semua rasa yang aku alami di dunia, semua terlewati dengan kekuatanNya, dan keyakinanku bahwa semua rasa tak menyenangkan di dunia adalah kebahagainku di akhirat.

- Laksmi Andhiyani Hendriyanto -

Friday, 15 June 2012

Kapan Manusia Menjadi Dewasa

Kapan ya kamu dewasa????
Hai hai... beraninya mempertanyakan hal yang belum tentu kita sendiri seperti itu. Saya sudah dewasa ? Semoga benar adanya bahwa saya, anda dan kita semua sudah dewasa. Sebenarnya bagaiman seseorang itu dikatakan dewasa.

Saya meninjau diri saya sendiri, bagi saya kedewasaan seseorang itu tidak terukur, mengapa karena kita bisa melihat dari banyak sudut tentang kedewasaan seseorang. Bagi saya kedewasaan adalah bagaiman seseorang bijak melihat masa depan, masa depan yang masih dikatakan goib, tapi secara mental seseorang sudah dapat mengetahui akan ke mana saya, seperti apa saya kelak dimata saya sendiri, keluarga, dan orang - orang sekitar, karena dengan melihat "goib" tersebut kita bisa merubah diri mulai dari sekarang, dari yang terkecil, dan pastinya dari saya sendiri.

Akan mustahil seseorang yang bercita-cita menjadi penulis tapi pola pikir, watak, ketekunan, mental gagal terhadap penolakan, dan keuletannya dalam memperbaiki tulisannya tidak dimulai dari sekarang, bukan kah cita-cita tidak turun secara otomatis dari langit? Melainkan kita mengambilnya dari atas awan.

Jadi jelas bukan seseorang yang dewasa adalah seseorang yang tahu dimana letak salahnya, berusaha mencari solusi-solusi terbaik dalam pengubahan sikapnya, dan yang lebih terpenting adalah dia mau untuk mulai memperbaiki, merubah apa yang salah menjadi lebih baik lagi.



Sunday, 3 April 2011

Berartinya DIRIMU di diriku

April, 3-2011

Sengaja ingin mendengarkan lagu - lagu yang membuat hati semangat dan riang, ku buka eksternal hardiskku...ku pilih lagu Gym yang dalam hal ini kudapatkan banyak lagu ini dari seorang sahabat karibku selama aku di Jakarta dulu. Ya... dari sinilah baru aku paham bahwa mereka Kak Dewi, Rindang dan kak Ree adalah hal yang ternyata tidak dapat terpisahkan oleh cerita hidupku walaupun secara fisik mereka sudah tidak lagi di depan mataku.

2 tahun, dapat dikatakan cukup lama, tapi tidak bagi ku saat kumpul bersama mereka kita sebut saja RRD, kami hidup dalam atap yang sama yaitu sebagai penghuni kos, awal pertemuan aku dengan RRD justru pada saat aku sudah 1 tahun bekerja di ibu kota, Herry suamiku sekarang, yang mempertemukan aku dengan mereka, suamiku yang mencarikan kos baru untukku karena pada saat itu kantorku pindah lokasi. Jalan Alloh" hanya itu yang mampu ku katakan untuk semua keindahan yang telah kami rajut selama 2 tahun.

Baru kini aku menyadari bahwa jumlah kakakku bukanlah hanya 1, tapi bertambah 3, Semua yang aku lakukan bersama dengan mereka hampir tidak ada cacatnya sama sekali, mereka memberikan keistimewaan tersendiri dalam hidupku..., semua yang mereka lakukan untukku hampir mendekati sempurna... tidak ada kata penyesalan bertemu dengan mereka tidak ada kata merugi saat melakukan sesuatu untuk mereka, untuk kita bersama.

Formasi kami berempat sungguh luar biasa, formasi yang tidak pernah terpatahkan, tersingkirkan dan semoga tidak akan terpecahkan, setiap dari kami mempunyai fungsi masing2 dalam menguatkan satu dengan yang lain, dan hebatnya fungsi itu bergerak otomatis, tanpa disuruh dan tanpa ada buku petunjuk.... Anehnya keributan yang terjadi antara kami seperti layaknya pohon yang semakin tinggi tentu saja angin semakin kencang.

Persahabatan kami bukanlah persahabatan romeo and juliet yang hidup dan mati bersama, pertemanan kami sangat sederhana tapi masing - masing dari kami tahu, bahwa "aku masih membutuhkan mereka, aku mengalah demi keutuhan kami, dan demi persaudaraan yang dengan Jalan Alloh, kami coba tetap saling peduli satu dengan yang lain.

For u :
Kakak Dewi, thanx u sudah menggantikan posisi kkku yang saat itu sudah tidak lagi bekerja di ibu kota, Alloh tahu, bahwa aku memang tidak dapat hidup tanpa seorang kk, kalaupun sekarang aku sudah tidak lagi di dekat kak Winda atau kak Dewi, karena aku sudah mempunyai seseorang yang dapat menjagaku selamanya. mungkin ini juga yang Alloh maksudkan bahwa aku sudah harus lepas dari kakak - kakakku. Tidak ada kata lain selain "kini dan selamanya, kk adalah bagian dari ceritaku yang akan aku ceritakan pada anak, cucuku"

Kakak Ree, apa yang dapat aku lakukan seorang diri? Kata orang Jakarta adalah kota individual kota yang penuh dengan kesendirian, tapi tidak bagiku, tidak bagiku sejak ada kak Ree, bagiku Jakarta adalah kota yang sehati, menyenangkan, satu hobi, satu rasa, satu keinginan, satu pemikiran, satu perasaan...tahu kah darimana aku mendapatkan kata - kata tersebut? jawabannya adalah kak Ree, entah mengapa bersamanya semua terasa terkloning, suka ini suka itu, saran ini saran itu, pendapat ini pendapat itu, semua hampir sejalan. Bagiku Jakarta adalah kota yang hangat dan nyaman saat aku tepat berada di samping kak Ree. I love u

Rindang, susahhhhh......sekali 1 tahun di Jakarta saat belum bertemu dengan dirimu, aku hanya berkutat dengan kerjaanku, dengan diriku dan dengan kehidupanku. Saat aku bertemu denganmu sumpahhhh..hidupku ternyata tidak sesempit daun kelor, bersamamu semua riuh, gempita, berisik..walaupun hanya dalam ruangan ukuran kurang lebih 4x3. Di sela - sela pekerjaan yang sungguh menguras keprofesionalan kamu memberikan arti sayang terhadap teman. Disinilah rasa sayangku terhadap teman tidak hanya antara kita tapi juga dalam kantor perasaan sayangku pada teman semakin bertambah.., kamu memberikan aku pelajaran bahawa setiap orang harus peduli dengan sesama, mengalah bukan berarti kalah, kalau kamu tanya "kok bisa, dari mana?" akupun tidak bisa menjawab. Finaly tetaplah peduli padaku, sehingga aku akan selalu sadar untuk peduli pada sesamaku dan kita.

For Us
Aku jauh, tapi tidak hatiku, terpisah oleh jarak tapi tidak berjarak rasa sayangku pada kalian, saling memaafkanlah, saling mengalahlah, saling berbesar hatilah. Ego tidak akan mengkokohkan kita, tapi hanya akan membuat kita terlihat berbeda padahal sebenarnya kita satu.

Aku mau kalian hingga 2 tahun, 20 tahun, 200 tahun, 2000 tahun dan selamanya.....


Ami, Dewi, Ririh, Rindang



Saturday, 26 March 2011

Silahturahmiku Rezekiku...

26 Maret 2011..
     Alhamdullilah, sudah hari sabtu artinya berhenti sejenak aku dari segala rutinitas yang selalu ku lakukan di luar rumah, tapi tidak terjadi untuk pekerjaan rumah tanggaku. Pagi rasanya malas sekali aku bangun, tapi mengingat kewajibanku sebagai seorang istri, aku harus menyiapkan sarapan untuk suamiku. Tepat pukul 07.00 suamiku pergi dengan mobil jembutan kantornya, dan tepat saat itu pula aku sedang melakukan pekerjaan rumahku, pukul setengah sepuluh sudah jam menunjukan waktunya sehingga aku harus berangkat ke pasar untuk membeli beberapa sayuran.

     Tidak ada yang istimewa di sepanjang setengah hariku bersama dengan pekerjaan rumahku, sehingga waktu tepat menunjukan pukul 12.00, disaat itulah badan terasa lemas dan capek setelang setengah hari berkutat dengan dapurku. Kurebahkan badanku di tempat tidur, berusaha untuk memejamkan mata, tetapi sama sekali tidak terpejam, selalu terinngat janji yang harus aku penuhi nanti di pukul 14.00.

     Iya janji mengikuti pengajian ibu-ibu kantor suamiku, bagiku ini yang spesial di hari Sabtu ini. Mengapa, karena aku pertama kalinya datang pada perkumpulan ibu-ibu tersebut, karena aku baru saja berdomisili dikota ini, jadi wajar walaupun suami sudah bekerja 2 tahun, tapi aku baru di kalangan istri-istri karyawan perusahaan suamiku. Rasa malas menghantuiku,,sungguh malas...siang-siang aku harus pergi ke rumah salah satu anggota perkumpulan tersebut walaupun rumah beliau tidak jauh dari rumahku bukan hanya itu, banyak persepsi yang menghantuiku tentang pertanyaan2 yang mungkin sebenarnya tidak ada di benak mereka, tapi maklumlah sindrom orang baru takut dinilai jelek.

     Al hasil dengan niat untuk mencari barokah aku semangatkan diri untuk menghadiri acara tersebut, syukur Alhamdullilah tidak banyak orang yang hadir dalam pertemuan tersebut, bagi orang baru ini adalah sebuah peluang dan sebuat ketidak canggungan tersendiri. Pengajian berlangsung dengan lancar, walaupun hanya 16 orang yang hadir tapi semua berjalan dengan sangat lancar.

     Setelah pengajian selesai, kami para anggota berkumpul untuk membicarakan berapa iuran yang akan di tarik...tak sengaja saya mempromosikan aktivitas sampingan saya, yang sedang saya rintis bersama konsultan saya, dan saat itu juga direspon bagus oleh para anggota pengajian..dan disini lah karir konsultan saya berlanjut bahkan tidak tanggung tanggung langsung di para istri karyawan perusahaan yang nota bene tidak sedikit...

     Bayangkan jika saya tidak hadir dalam silahturahmi tersebut.....

Thursday, 24 March 2011

Berawal Dari Sini...

     Tidak ada keinginan sebelumnya untuk membuat blog, tapi entah mengapa setelah kurang lebih 8 bulan jauh dari keramain dan hiruk pikuknya Ibu Kota, saya merasa bahwa ini salah satu cara dari banyak cara praktis yang dapat dilakukan untuk menyambung kembali pemikiran dan menambah wawasan seperti dulu.
     Ya ... "Berawal dari sini..." saya berharap banyak pemikiran datang dari khalayak ramai yang membuka, membaca atau bersyukur sekali jika beramai - ramai ikut menulis berbagai cerita dan peristiwa. Karena saya yakin dari teman-temanlah saya kaya akan pengetahuan, ilmu, dan memperkaya sudut pandang dalam melihat kehidupan ataupun perubahan yang selalu ada di dalamnya.
     Yakinlah bahwa anda, saya dan mereka akan selalu dalam lindunganNya dan sukses sesuai dengan bagaimana kita semua memaksimalkan usahanya serta rezeki yang tentunya tidak mungkin tertukar.
     Syukur dan Sukses