- Laksmi Andhiyani Hendriyanto - 19 Februari 2013...
Saya mengandung anak pertama yang telah lama kami nanti selama 2,5 tahun, bagi kami waktu selama itu adalah cara Alloh membantu kami mempersiapkan semua sebelum kedatangan sang buah hati. Hanya ada rasa syukur atas apa yang telah kami lewati selama ini. Semangat dan berusaha selalu mewarnai hari-hari kami, sampai tiba saat yang tidak diduga-duga akhirnya saya mengandung.
Tetapi Alloh berkehandak lain, saya itu saya hanya diberi kesempatan untuk merasakan mengandung selama 3 bulan, 14 hari sebelum 19 Februari 2013, beberapa kali saya mengalami bercak, kadang berwarna kecoklatan dan kadang berwarna merah, dan bercak tersebut makin sering keluar saat 7 hari sebelum kejadian keguguran ini dimana saat itu saya sudah berada di RS. Simpel dan seperti kejadian yang sudah-sudah dokter hanya mengatakan "kalau masih sering ngeflek kita keluarkan saja ya". Saat itu saya tidak berfikir macam2, selama dirumah sakit bercak itu semakin banyak, dan setiap hari keluar, tapi saya masih dalam keadaan tenang. Sampai pada puncaknya gumpalan2 darah mulai keluar, lagi-lagi saya dan suami masih dalam keadaan tenang, walaupun kami tahu ada yang tidak beres dengan kandungan saya. Saya dan suami saat itu terkendala dengan jarak domisili dengan fasilitas kesehatan yang memadahi.
Sampai akhirnya saya menginginkan pulang, tanpa bertemu dengan dokter dan tidak mau dokter melakukan tindakan lebih jauh. Sebenernya saat itusaya dan suami hanya meyakinin bahwa "Alloh yang memasukkan janin ini maka Alloh yang akan mengeluarkan janin ini" jika harus ada campur tangan manusia itu nanti, bukan sekarang.
Akhirnya kami pulang di tanggal 18 Februari 2013 pagi, satu hari kami lewati di rumah dengan suasana berbeda, bagaimanapun di rumah itu memang lebih menyenangkan. Tepat pukul 23.30 rasa sakit begitu terasa, saat itu lagi-lagi saya dan suami dalam keadaan tenang, sampai akhirnya saya merasakan akan ada yang keluar dari rahim saya, hanya saya tidak tahu itu apa, saya rasakan sakit sambil berzikir, dan disela-sela zikir tersebut saya katakan " Ya Alloh sakit ini adalah bukti imanku padaMu dan suamiku adalah imamku seorang" kalimat dan zikir itu terus saya ucapkan, dan suami melihat proses keluarnya janin serta memastikan tidak ada satu yang hilang atau jatuh, sampai akhirnya " brollll...." Keluar semua dan entah bagaimana saya merasa bahwa semua sudah keluar. Saya tidak memiliki feeling apapun, ketika " sesuatu" itu keluar saya hanya merasakan lelah, capek, sementara suami berkata lain, dia sedikit meyakinin bahwa yang keluar adalah janin. Proses itu begitu cepat jam 23.30 tanggal 18 februari 2013 sampai 01.00 tanggal 19 Februri saya mengeluarkan seluruh ciptaan Alloh SWT yang telah berwujud tetapi belum sempurn dan masih segumpal darah tersebut. Setelah proses itu usai saya bangunkan ibu saya yang baru datang dari jawa pukul 22.30 Wita, beliau bertanya-tanya apa yang keluar, karena dari kami bertiga belum pernah melihat janin di usia 3 bulan.
19 Februari 2013 malam kami ke dokter yang sedikit lebih jauh dari domisili bersama ibu dan adik ipar saya yang bekerja 1 kota dengan kami. Sesampainya kami hanya berharap kalaupun itu janin semoga atas ijin Alloh SWT tidak perlu ada proses kuret. Alhamdullilah dokter menyatakan abortus komplit, seluruhnya sudah keluar mulai dari janin, plasenta, tali pusar dan tidak perlu di kuret. Sedih tapi masih ada kemudahan saya tidak perlu merasakan sakit lagi. Dokter memberikan saya beberapa obat yang efeknya justru lebih sakit dari pada saat saya melalui proses keguguran itu sendiri.
Saya keguguran melalui proses persalinan,tanpa bius, tanpa infus, tanpa dokter, tanpa alat kuret, tanpa suster dll. Hanya ada Alloh SWT, suami dan saya. Sedih menyelimuti saya beberapa hari, tapi saya merasa " indah " dengan jalannya, Alhamdullilah dengan kekuatannya saya dan suami dapat melewati ini, tidak ada penyesalan, tidak ada keputusasaan, tidak ada keterpurukan yang ada hanyalah rasa syukur atas apa yang terjadi. Dikala banyak wanita hamil harus dikuret atau beberapa percaya bahwa sang janin masih sehat tetapi dokter mengharuskannya kuret, sampai akhirnya pulang dan mempertahankan janinya dan berakhir dengan bahagia. Sayapun memiliki cerita indah dimana bertahan dengan kehendak Alloh SWT, saya keluarkan janin kami atas ijin Alloh SWT dan suami menyaksikan serta memastikan janin kami tetap berada ditempatnya saat keluar, bagai saya itu cerita indah di kehidupan saya.
Janin kami, kami beri nama Fatih (nama universal yang dapat digunakan untuk laki atau
Janin kami, kami beri nama Fatih (nama universal yang dapat digunakan untuk laki atau
perempuan) karena kami belum tahu jenis kelaminnya dan nama tersebut diberikan untuk memudahkan kami dalam mendoakannya. Arti nama itu sendiri adalah PEMBUKA, pembuka bagi saya yang baru pertama kali mengandung selama 2,5 tahun perkawinan, pembuka bagi adik-adiknya kelak yang Insya Alloh akan Alloh SWT berikan pada kami. Amin Amin Amin